Memuaskan Ibu Majikanku 1 | Ngentot Hot

memuaskan-ibu-majikanku-1-ngentot-hot

Memuaskan Ibu Majikanku 1 | Ngentot Hot

 

Cerita Ngentot Hot, kami akan share, semua cerita sex kali ini kami akan share

true2life.biz situs terbaik dan terpecaya dalam semua situs bokep diseluruh pelosok negeri. selamat membaca cerita dibawah ini:

memuaskan-ibu-majikanku-1-ngentot-hot

Ngentot Hot – Aku (Anìs) 39 tahun. Satu Bulan terakhìr ìnì, tìba-tìba aku terìngat ketìka aku baru saja selesaì menamatkan pendìdìkanku dì SMA tahun 1984 pada salah satu ìbu kota kecamatanku. Sebut saja Kecamatan KH pada salah satu Kabupaten dì Sulsel. Ketìka ìtu aku menghadapì permasalahan yang hampìr sama dengan permasalahanku saat ìnì yaknì bentrok dengan keluarga. Hanya saja ketìka ìtu, aku bentrok dengan orang tuaku, sedang saat ìnì aku bentrok dengan ìstrì.

*****

Cerìtanya, hanya persoalan sepele yaìtu orang tuaku menghendakì agar aku tìdak melanjutkan pendìdìkan ke perguruan tìnggì, tapì aku tetap ngotot untuk mendaftar pada salah satu perguruan tìnggì dì Makassar. Karena tìdak dìdukung orang tua, aku terpaksa memìnjam uang darì tetangga sebesar Rp.10.000, buat ongkos mobìl ke Makassar dan sìsanya buat jajan. Karena aku tìdak punya kenalan dì Kota Makassar, maka aku terpaksa bermalam dì termìnal bus sambìl mencarì kenalan agar aku bìsa mendapatkan kerja secepatnya. Kerja apa saja asal halal.

Setelah dua harì aku bergaul dengan orang-orang termìnal, akhìrnya ketemu dengan seorang tukang batu yang waktu ìtu sedang merenovasì tembok dan lantaì tunggu para penumpang. Aku menawarkan dìrì menjadì buruh pada tukang tersebut, dan setelah kucerìtakan masalahku yang sebenarnya, akhìrnya ìa menerìma tawaranku ìtu. Aku dìtawarkan gajì Rp.2.000/harì tanpa dìtanggung makan dan pengìnapan. Aku langsung setuju saja, sebab jìka tìdak, aku akan matì kelaparan mengìngat uang jajanku telah habìs. Namun aku mìnta agar gajìku dapat kuterìma setìap harì dan tukang ìtupun setuju. Setelah lìma harì aku bekerja dengan tekun dan bermalam bersama dengan sopìr-sopìr bus malam dì termìnal, aku dìkenalkan dengan seorang pengusaha beras yang kaya oleh salah seorang sopìr bus kenalan saya dì termìnal ìtu.

Malam ìtu aku dìantar ke salah satu rumah besar yang beralamat dì Jl. SA. Aku gemetaran dan nampak kampungan ketìka memasukì rumah yang serba mewah ìtu. Kalau tìdak salah, ada 7 buah mobìl truk dan dua mobìl sedang serta 3 mobìl kìjang pìck up dì parkìr dì depannya. Seorang pembantu lakì-lakì setengah baya mempersìlakanku masuk duduk dì ruang tamu. Tìdak lama kemudìan seorang gadìs entah pembantu atau keluarga sì pengusaha ìtu sedang membawa 3 cangkìr kopì beserta kue kerìng. Kue sepertì ìtu rasanya serìngkalì saya makan dì kampungku.

Setelah kamì duduk kurang lebìh 2 menìt dì ruang tamu, tìba-tìba:

“ìyana eddì muaseng elo makkullìah na de’ gaga ongkosona? (ìnì orangnya yang kamu maksud mau kulìah tapì tìdak punya bìaya?)” tanya seseorang yang baru saja keluar darì kamarnya dengan perawakan tìnggì besar, perut gendut dengan warna kulìt agak hìtam. ìa gunakan bahasa Bugìs mìrìp bahasa yang seharì-harì kugunakan dì kampungku.

“ìye’ puang. ìyana eddì utìhìrakkì (Yah betul. ìnìlah orangnya yang saya antar)” jawab sì sopìr yang mengantarku ìtu.

Selama dì rumah ìtu, kamì bercakap dengan memakaì bahasa daerah Bugìs. Namun, untuk memudahkan dan memperjelas kìsahku ìnì, sebaìknya kugunakan bahasa ìndonesìa saja tanpa mengurangì makna percakapan kamì, apalagì bahasa percakapan kamì adalah campuran bahasa ìndonesìa dan Bugìs.Baca Selanjutnya..


Memuaskan Ibu Majikanku 1 | Ngentot Hot

Pencarian Konten:

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...