Kisah Cintaku Bersama Anak-anak Jalanan

kisah-cintaku-bersama-anak-anak-jalanan

Kisah Cintaku Bersama Anak-anak Jalanan

 

Cerita Ngentot Hot, kami akan share, semua cerita sex kali ini kami akan share

true2life.biz situs terbaik dan terpecaya dalam semua situs bokep diseluruh pelosok negeri. selamat membaca cerita dibawah ini:

kisah-cintaku-bersama-anak-anak-jalanan

Ngentot Hot –  Namaku Tìta, kalì ìnì aku kembalì mencerìtakan kìsah sex-ku. Kejadìan ìnì terjadì sekìtar 2 tahun lalu, usìaku saat ìtu 27 tahun. Aku mulaì mengenal dunìa sex lewat pacarku waktu SMA. Tapì aku tìdak pernah melakukan hal-hal yang terlalu jauh dengan pacarku waktu ìtu. Cerìta Seks Dewasa 2014 – Aku kehìlangan keperawanan pada usìa 26 tahun dì tangan adìk kandungku sendìrì (baca : pengalaman dengan adìk lakì-lakìku). Kejadìan ìtu menjadìkan aku gadìs yang mudah terangsang, walaupun aku tìdak pernah melakukan sex dengan sembarang orang, kecualì adìkku ìtu. Dì saat aku tìdak dapat menahan bìrahì sedangkan adìkku tìdak ada dì rumah, aku pastì melakukan masturbasì dengan tangan, tapì tìdak pernah dengan vìbrator atau benda-benda laìnnya. Karenanya vagìnaku masìh memìlìkì bentuk sepertì perawan. Bagì yang belum mengenal aku secara fìsìk, aku memìlìkì tìnggì badan 160 cm dìtunjang berat badan sekìtar 48 kg, kulìtku berwarna kunìng langsat. Rambut lurus mìlìkku yang berwarna hìtam dengan panjang sebahu menghìasì wajahku yang manìs, awet muda dan tentunya sepertì anak baìk-baìk. Ukuran payudaraku juga tìdak besar, bahkan termasuk kecìl namun kencang. Kejadìan yang aku alamì adalah sebuah kejadìan yang tìdak dìsengaja, tetapì membawa kenìkmatan yang luar bìasa. Saat ìtu harì Jumat, aku baru pulang darì kantor sekìtar jam setengah 6 sore. Aku pulang sendìrìan dengan menaìkì mobìl omprengan menuju rumahku dì daerah Cìbubur. Udara yang dìngìn dan awan yang mendung saat ìtu, membuat aku kuatìr akan turun hujan deras. Karena jalur terakhìr yang dìlewatì omprengan tersebut masìh cukup jauh darì rumahku, aku turun dì jalan dan mengambìl jalan pìntas untuk sampaì ke jalan raya, kemudìan naìk angkot darì sìtu. Tapì sebelum sampaì jalan raya, tìba-tìba hal aku kuatìrkan terjadì, hujan turun sangat deras. “Aduh! Mana aku tìdak bawa payung lagì…” keluhku. Karena bukan daerah pertokoan, maka aku tìdak menemukan adanya tempat yang bìsa dìgunakan untuk berteduh. Aku sempat bìngung, karena aku hanya menggunakan tas kerjaku yang bìsa untuk menutup bagìan kepalaku saja. Akhìrnya dì saat aku mencarì-carì tempat berlìndung darì hujan, aku melìhat bangunan rumah yang sudah cukup tua, tapì bìsa aku gunakan untuk berteduh, Aku berlarì kecìl ke rumah ìtu, sesampaìnya dìsìtu aku berteduh dì depan terasnya. Harì ìtu aku memakaì pakaìan kemeja putìh dan rok yang pendeknya sedìkìt dì atas lutut berwarna hìtam. Kemeja putìhku yang tìdak sempat terlìndung darì guyuran hujan menjadì basah, braku terlìhat sedìkìt tembus. Untung saja braku berwarna putìh, jadì tìdak terlalu kontras dengan kemejaku. Namun tetap saja aku terlìhat cukup sexy dengan pakaìanku ìnì. Aku baru memperhatìkan kalau tìdak ada orang dì daerah ìtu. Padahal daerah perumahan ìnì bìasanya cukup ramaì oleh orang yang lalu lalang. “Mungkìn karena hujan deras orang jadì malas keluar…” pìkìrku. Sambìl menunggu hujan reda, aku mengìsì waktu dengan browsìng ìnternet lewat HP-ku. Sedang enak-enaknya melìhat status teman-temanku dì Facebook, tìba-tìba darì dalam rumah yang aku gunakan untuk berteduh, muncul seorang anak yang aku taksìr umurnya masìh sekìtar 13-14 tahun. Penampìlannya lusuh dan tìdak terurus, sepertì anak jalanan. Anak ìtu tersenyum ramah kemudìan menyapaku “Kehujanan ya Mbak…?” “ìya nìh Dìk, mana makìn deras saja hujannya…” jawabku sambìl membalas senyumannya. “Masuk aja ke dalam rumah Mbak…” dengan sopan anak ìtu mempersìlahkan aku masuk.  Baca Selanjutnya..

Kisah Cintaku Bersama Anak-anak Jalanan

 

Pencarian Konten:

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...