Cerita Sex – Ngentot Dengan Vera

cerita-sex-ngentot-dengan-vera

cerita-sex-ngentot-dengan-vera

Cerita Sex – Ngentot Dengan Vera merupakan website Kumpulan Cerita Dewasa terbaik dan terpercaya yang kami hadirkan di media seperti, Cerita Dewasa SPG, Cerita Dewasa SMP, Cerita Sex Abg serta Cerita Sedarah terbaru dan masih banyak lagi.

Cerita Sex – Ngentot Dengan Vera

true2life.biz adalah Foto Cewek Bugil, Cerita Ngentot, Foto Bugil Tante, dan Video Sex terbaru Tahun ini Cerita Hot Terbaru dimana anda bisa sange dengan membacanya, silahakan sediakan sabun lalu kocok kontol anda…..

Cerita Sex – Pulang kantôr jalanan masih agak macet. Kantôrku berada di daerah Harmôni. Pada jam-jam sibuk tentu saja macet tôtal. Langit agak mendung, tapi dugaanku sôre sampai malam ini tidak akan turun hujan. Dengan langkah sedang aku keluar kantôr dan berjalan ke arah Juanda, rencana naik bis dari sana saja. Maklum karyawan baru, jadi masih naik Mercy dengan kapasitas besar.

Sampai di Juanda aku cari bis kôta tujuan ke Senen. Sebentar kemudian datang bis kôta yang sudah miring ke kiri. Aku naik dan menyelinap ke dalam. Arôma di dalam bis sungguh rruarr biasa. Segala macam arôma ada di sana. Mulai dari parfum campur keringat sampai bau asap dan lain-lainnya.

Cerita Sex – Ngentot Dengan Vera Tak lama aku sampai di Senen. Turun di Pasar Senen dan masuk ke dalamnya. Ada beberapa barang yang harus kucari. Putar sana putar sini nggak ketemu juga yang kucari. Malahan digôdain sama kapster-kapster di salôn lantai 2. Dengan kata-kata yang menjurus mereka merayuku untuk masuk ke salônnya. Kubalas saja gôdaan mereka, tôh aku juga lagi nggak ada keperluan ke salôn. Sekedar membalas dan menyenangkan mereka yang merayu untuk sekedar gunting, facial atau creambath.

Akhirnya kuputuskan untuk cari di Atrium saja. Aku nyeberang di dekat jembatan layang. Memang budaya tertib sangat kurang di negara ini. Senangnya pôtông kômpas dengan mengambil resikô.

Cerita Sex – Ngentot Dengan Vera Baru saja kakiku melangkah masuk ke dalam Atrium, mataku tertuju pada seôrang wanita setengah baya, kutaksir umurnya tiga puluh lima tahun. Ia mengenakan blazer hijau dengan blôuse hitam. Pandangannya kesana kemari dan gelisah seôlah-ôlah menunggu seseôrang. Aku lewat saja di depannya tanpa ada suatu kesan khusus. Sampai di depannya dia menyapaku.

“Maaf Mas mengganggu sebentar. Jam berapa sekarang?” tanyanya halus. Dari lôgatnya kutebak dia ôrang Jawa Tengah, sekitar Sôlô.
“Aduh, sôrry juga Mbak, saya juga tidak pakai jam,” sambil kulihatkan pergelangan tanganku.”Mbak mau kemana, kôk kelihatannya gelisah?” tanyaku lagi.
“Lagi tunggu teman, janjian jam setengah lima kôk sampai sekarang belum muncul juga” jawabnya.
“ôôô..” kômentarku sekedar menunjukkan sedikit perhatian.
“Mas mau kemana, baru pulang kantôr nih?” dia balik bertanya.
“Iya, mau beli sesuatu, tadi cari di Prôyek nggak ada, kali-kali aja ada di Atrium”.

Cerita Sex – Ngentot Dengan Vera Akhirnya meluncurlah dari mulut kami beberapa pertanyaan basa-basi standar.

“ôh ya dari tadi kita bicara tapi belum tahu namanya, saya Vera,” katanya sambil mengulurkan tangan.
“Antô,” sahutku pendek, “ôK Vera, saya mau jalan dulu cari barang yang saya perlukan”.
“Silakan, saya masih tunggu teman di sini, barangkali dia terjebak macet atau ada halangan lainnya”.

Cerita Sex – Ngentot Dengan Vera Kami berpisah, saya masuk ke dalam dan langsung ke Gunung Agung. Kulihat Vera masih menunggu di pintu Atrium. Setengah jam keliling Gunung Agung ternyata tidak ada barang yang kucari. Kuputuskan pulang saja, besôk côba cari di Gramedia atau Maruzen. Aku keluar dari pintu yang sama waktu masuk, arah ke Prôyek. Kulihat Vera masih juga berdiri di sana. Kuhampiri dia dan kutanya.

“Masih ada disini, belum pulang?”.
“Ini mau pulang, besôk aja kutelpôn dia ke kantôr,” jawabnya.

Cerita Sex – Ngentot Dengan Vera Waktu itu, 1994, HP masih menjadi barang mewah yang tidak setiap ôrang dapat memilikinya.

“Mbak naik apa?”
“ôh, saya bawa môbil sendiri, meskipun butut”.
“ôK, kalau begitu saya pulang, saya naik Mercy besar ke Kampung Melayu”.

Dia kelihatan agak berpikir. Baru pada saat ini aku mengamati dia dengan lebih teliti. Tingginya kutaksir 158 cm, kulitnya kuning kecôklatan, khas wanita Jawa dengan perawakan seimbang. Rambutnya berômbak sebahu, matanya agak lebar dan dadanya standar, 34.

“Kenapa, sômething wrông?” kataku.
“Nggak, nggak aku juga mau jalan lagi suntuk. Rumah saya di Cinere, jam segini juga lagi full macet” sambil memandangku dengan tatapan yang sulit kutafsirkan.
“Bôleh saya temani,” sahutku asal saja. Jujur aku hanya asal berkata saja tanpa mengharap apapun. Dia menatapku sejenak dan akhirnya..
“Bôleh saja, kalau nggak mengganggu” jawabnya.

Cerita Sex – Ngentot Dengan Vera Kami menuju basement tempat parkir môbilnya. Dia memberikan kunci môbilnya padaku. Selanjutnya

Nah itulah akhir dari Cerita Sex – Ngentot Dengan Vera , untuk Cerita Bokep yang lainnya silahkan kunjungi saja website kami true2life.biz karena masih banyak Cerita Dewasa terbaru lain nya yang kami khusus posting untuk anda penggila Cerita Dewasa . Terimakasih atas kunjungan anda ke website Kami.

Terima Kasih Telah Membaca Cerita Sex – Ngentot Dengan Vera

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...