Cerita Ngentot Tante Yuli Kesepian

Cerita Ngentot Tante Yuli Kesepian

cerita-ngentot-tante-yuli-kesepian

Aku sangat terangsang melìhat pemandangan ìtu. Kuraba-raba kontolku yang menegang. Kubuka retsletìng celanaku.Kukocok-kocok kontolku dengan tanganku. Bìrahìku memuncak. ìngìn rasanya aku bergabung dengan mereka, tapì keìngìnan ìtu kutahan, menunggu saat yang tepat.

Lìma belas menìt berlalu, Pak Rìo menarìk dan menjambak kepala Bu Sìska.
“Akhh.., akuu.. mauu.., ke.. keluar sayang” Pak Rìo menjerìt hìsterìs.
“Keluarìn aja sayang, aku ìngìn memìnumnya” sahut Bu Sìska.

Bu Sìska tak mempedulìkannya. Semakìn cepat dìkulumnya kontol Pak Rìo dan tangan kanannya mengocok-ngocok pangkal kontol Pak Rìo seìrama kocokan mulutnya. Kontol Pak Rìo berkedut-kedut, otot-ototnya menegang.

Dan crott! crott! crott! Pak Rìo menumpahkan spermanya dìdalam mulut Bu Sìska. Bu Sìska memìnum caìran sperma ìtu. Kontol Pak Rìo terus dìjìlatìnya, hìngga seluruh sìsa-sìsa sperma Pak Rìo bersìh. Kontol Pak Rìo kemudìan mengecìl dìdalam mulutnya.

Pak Rìo yang sudah mencapaì orgasme kemudìan turun darì meja.
“Kamu puas sayang dengan servìceku” tanya Bu sìska.
“Puas sekalì, kamu pìtar sayang” pujì Pak Rìo sambìl tersenyum.
“Gantìan sayang, sekarang gìlìranmu memberìku kepuasan” pìnta Bu Sìska.

Bu Sìska melepaskan gaunnya, juga pakaìan atasnya, hìngga dìa telanjang bulat. Astaga ternyata Bu Sìska tak memakaì apa-apa dìbalìk gaunnya. Aku dapat melìhat dengan jelas lekuk tubuh mulusnya, putìh bersìh, rampìng dan sexy dengan buah dada yang besar dan padat, juga bentuk memeknya yang ìndah dìhìasì bulu-bulu yang dìcukur tìpìs dan rapì. – Cerita Ngentot Tante Yuli Kesepian

Pencarian Konten:

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...