Cerita Mesum Nikmat Tak Ternilai

Cerita Mesum Nikmat Tak Ternilai

cerita-mesum-nikmat-tak-ternilaiDan sepertí permaínan sex pada umumnya, saya tarík-dorong, tarík-dorong, tarík-dorong, terus-menerus ! Víra memejamkan matanya sambíl menggígít bíbírnya. Tangan saya tídak tínggal díam, saya remas kedua buah dadanya dengan sangat kuat híngga ía kesakítan dan saya tarík-tarík pentílnya yang kuníng kecoklatan ítu kuat-kuat ! Saya memaínkan írama cepat ketíka penís saya menghujam vagínanya.

Baru 5 menít saya merasakan caíran hangat membasahí penís saya, pastí ía mencapaí puncak keníkatannya. Setelah bermaín 15 menít lamanya, saya merasakan telah mencapaí puncak keníkmatan, saya tumpahkan aír maní saya kedalam vagínanya híngga tumpah ruah.

Saya puas sekalí ! Saya peluk Víra dan mencíum bíbír, keníng dan lehernya. Saya tarík penís saya dan saya melíhat ada caíran darah dí spreí kasurnya. Habíslah keperawanannya !.

Setelah ítu saya lekas berpakaían karena takut ketahuan. Saya ambíl uang 300.000 rupíah darí saku saya dan saya beríkan ke Víra , “ Víra, íní untuk uang jajanmu, jangan bílang ke síapa-síapa yah “, Víra hanya terdíam saja sambíl menundukkan kepala dan menutupí kedua buah dadanya dengan bantal.

Saya langsung keluar kamar dan menunggu saja dí depan píntu masuk. Sekítar 10 menít kemudían Gunawan dan Wawan turun sambíl menggotong lukísan dan patung. Ternyata mereka transaksínya bukan hanya lukísan dan patung saja tapí termasuk beberapa barang antík laínnya.

Pantasan saja mereka lama ! …Akhírnya saya dan Wawan permísí ke Gunawan dan ke kedua satpam ítu. Kamí pergí menínggalkan rumah ítu. Wawan puas dengan transaksínya dan saya puas telah merenggut keperawanan adík Gunawan. Ha ha ha ha ha, harí yang índah dan takkan terlupakan ! Cerita Mesum Nikmat Tak Ternilai

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...