Cerita Dewasa Pembatu Montok

Cerita Dewasa Pembatu Montok

Cerita Dewasa – Lalu gw juga gak mau lama lama layaknya ini. Gw juga mau merasakan kembali kont*l gw ini lakukan trobosan masuk didalam mem*knya yang montok gemuk itu. Mengaduk ngaduk isi mem*knya.

cerita-dewasa-pembatu-montok

Gw memberi aba aba untuk mengawali ke step yang mbak Dian paling suka.  posisi women on top, mbak Dian mengenggam batang kont*l gue. Menuntun menyentuh mem*knya yang dari setadi sudah basah. kont*l gw di gesek gesek terlebih dahulu  di bibir permukaan mem*knya. Menyentuh, mengesek dan lakukan belaanh bibir mem*knya yang mengepakkan. Perlahan kont*l gw lakukan trobosan bibir mem*knya yang montok itu.

Perlahan lahan kont*l gw semuanya terbenam didalam liang kesenangannya. Goyangan pinggulnya mbak dian  bikin gw nikmat banget. Semakin lama semakin membara pinggul yang dihiasi bongkahan pantat semok itu bergoyang mempermainkan kont*l gw yang terbenam didalam mem*knya.

“uh… Donn. Punya kamu perkasa banget sih. Nikmat banget….”  mimik muka yang merem melek nikmati hujaman kont*l gw didalam liang persetubuhannya.
“mem*k mbak Dian juga gak kalah enaknya. Bisa pijit pijit punya saya… mem*k mbak di apain sih… kok enak banget.”
“ih… mau tahu aja. Gak mutlak diapain. Yang mutlak kesenangan yang didapatkan sama mem*k mbak sama kamu Donn….” sahut mbak Dian sembari mencubit pentil tetek gw.

“Donn… ooohh…. Donn…. mbak mmmmauu kluuuuaaarr… ooohh.” tutur mbak Dian sembari mendahakkan kepalanya ke atas, berteriak disebabkan menggapai  puncak dari kesenangannya.  lunglai mbak Dian ambruk merebahkan tubunya yang telanjang tepat diatas badan gw. Untung saja posisi kamar mbak Dian jauh dari kamar kamar saudara dan ortu gw. Takutnya teriakan tadi membangunkan mereka dan menangkap basah persetubuhan antara pembantu  anak Atasan atau bisa dikatakan bos utamanya. Gak kebayang deh jadinya kayak apa.

Lalu disebabkan gw belum menggapai  kesenangan ini, maka  menyuruh mbak Dian mengangkatkan pantatnya sedikit tanpa harus melontarkan batang kont*l gw dari dalam liang kesenangannya. tetap  posisi women on top. Kembali kini gue yang menyodok nyodok mem*knya  bringas. Sekarang gw gak perduli nada/suara yang keluar dari mulut mbak Dian dalam setiap Sorongan demi Sorongan yang gw hantam kedalam mem*knya itu.

“Donn…. kamu kuat banget Donn… aaah… uuuhhh… ssshhhh…. ooohhh…” erangan demi erangan keluar silih bertukar  juga  keringat yang semakin mengucur di sekujur badan gw dan mbak Dian.
“Truuuus… Donn… Sorong trusss mem*k mbak Doooonn. Jangan perduliin hantam truuuss.” Erangan mbak Dian yang memerintah semakin  bikin darah muda gw semakin panas membara. sekalian semakin  bikin gw terangsang.

“Suka saya ent*t yah mbak… kont*l saya enak’kan… hhmmm.” Tanya gw memancing birahinya untuk semakin meningkat lagi.
“hhhhhmmmm… suka….sssshhh… banget Donn. Suka banget.” Kembali erangannya yang tertahan itu terdengar  juga  nafasnya yang menderu dera disebabkan nafsu birahinya kembali memuncak. Baca Selengkapnya : Cerita Dewasa Pembatu Montok

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...