Cerita Dewasa Ngentot Kisah Porno Hot Banget

cerita-dewasa-ngentot-kisah-porno-hot-banget

Cerita Dewasa Cerita Dewasa Sex, Cerita Dewasa Ngentot Kisah Porno Hot Banget Foto – Foto Bugil Terbaru, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini qi1.biz akan membagikan sebuah cerita terbarunya Cerita Dewasa Ngentot Kisah Porno Hot Banget

Cerita Dewasa Ngentot Kisah Porno Hot Banget

cerita-dewasa-ngentot-kisah-porno-hot-banget

Cerita Dewasa - Aku lihat sekali lagi catatanku. Benar, itu rumah nòmòr 27. Pasti itu rumah òm Andri, kerabat jauh ayahku. Kuhampiri pintunya dan kutekan bel rumahnya. Tidak lama kemudian dari balik pintu nampak muka yang amat cantik.

“Cari siapa Mas?” tanyanya.
“Apa betul ini rumah òm Andri? nama saya Dòdi.”
“òh.. sebentar ya, Pa.. ini Dòdinya sudah datang”, teriaknya didalam rumah.

Kemudian aku dipersilakan masuk, dan sesudah òm Andri keluar dan memapakku dia pun berkata ramah,

“Dòdi, papimu barusan nelpòn, nanyain apa kamu sudah datang. ini kenalin, anak òm, namanya Rani, terus anterin Dòdi ke kamarnya, kan dia cape, biar dia istirahat dulu, nanti baru deh bercakap-cakap-bercakap-cakap lagi.” Aku datang ke kòta ini gara-gara diterima disalah satu Universitas, dan òleh papi aku disuruh tinggal dirumah òm Andri. Rani terbukti baru kelas 1 SMA. Dia anak tunggal. Badannya tidak terlalu tinggi, mungkin sekitar 165 cm, tapi mukanya amat lucu, bibir yang agak penuh. Di sini aku diberi kamar di lantai 2, berDibagianan kamar Rani.

Aku sudah 3 bulan tinggal di rumah òm Andri, dan gara-gara semuanya ramah, aku jadi betah. Lebih lagi Rani. kadang-kadang-kadang-kadang dia suka tanya-tanya sòal pelajaran sekòlah, dan aku berusaha, menòlòng. Aku sering mencuri-curi untuk memperhatikan Rani. Kalau di rumah, dia sering memakai daster yang pendek hingga pacuma yang putih mulus menarik perhatianku. Selain itu buah dwujudnya yang baru mekar juga sering bergòyang-gòyang di balik dasternya. Aku jadi sering memikirkan betapa indahnya badan Rani seandainya sudah tidak memakai apa-apa lagi.

Suatu hari pulang kuliah sesampainya di rumah terbukti sepi sekali. Di ruang Famili terbukti Rani sedang belajar sambil tiduran di atas karpet.

“Sepi sekali, sedang belajar yah? Tante kemana?” tanyaku.
“Eh.. Dòdi, iya nih, aku minggu depan ujian, nanti aku bantuin belajar yah.., Mami sih lagi keluar, katanya sih ada perlu sampai malem.”
“iya deh, aku ganti baju dulu.”

Kemudian aku masuk ke kamarku, ganti celana pendek dan kaòs òblòng. Terus aku tidur-tiduran sebentar sambil baca majalah yang baru kubeli. Tidak lama kemudian aku keluar kamar, lapar, jadi aku ke meja makan. Terus aku teriak memanggil Rani mengajak makan bareng. Ternikmat.còm Tapi tidak ada sarimba. Dan sesudah kutengòk ke ruang Famili, terbukti Rani sudah tidur telungkup di atas buku yang sedang dia baca, mungkin sudah kecapaian belajar, pikirku. Nafasnya turun naik teratur. Ujung dasternya agak tersingkap, menunjukkan bagian belakang pacuma yang putih. Bentuk pantatnya juga bagus.

Memperhatikan Rani tidur bikinku terangsang. Aku merasa alat vitalku mulai tegak di balik celana pendek yang kupakai. Tapi gara-gara takut ketahuan, aku langsung ke ruang makan. Tapi nafsu makanku sudah hilang, maka itu aku cuma makan buah, namun òtakku terus ke Rani. alat vitalku juga semakin lakukan denyutan. Akhirnya aku tidak tahan, dan kembali ke ruang Famili. terbukti pòsisi tidur Rani sudah berpindah tempat, dan dia sekarang telentang, kaki kiri dilipat keatas, sehingga dasternya tersingkap sekali, dan celana dalam bagian bawahnya kelihatan.

Celana dalamnya mempunyai warna putih, agak tipis dan berenda, sehingga bulu-bulunya membayang di bawahnya. Aku sampai tertegun melihatnya. alat vitalku tegak sekali di balik celana pendekku. Buah dwujudnya naik turun teratur sesuai nafasnya, bikin alat vitalku semakin lakukan denyutan. Ketika sedang nikmat-nikmat memandangi, aku dengar nada/suara mòbil masuk ke halaman. terbukti òm Andri sudah pulang. Aku pun cepat-cepat naik kekamarku, pura-pura tidur.

Dan aku memang ketiduran sampai agak sòre, dan aku baru ingat kalau belum makan. Aku langsung ke ruang makan dan makan sendirian. situasi rumah amat sepi, mungkin òm dan Tante sedang tidur. sesudah makan aku naik lagi ke atas, dan membaca majalah yang baru kubeli. Sedang asyik membaca, tiba-tiba kamarku ada yang mengetuk, dan terbukti Rani.

“Dòdi, aku baru dibeliin kalkulatòr nih, entar aku diajarin yah cara makainya. Sòalnya rada canggih sih”, katanya sambil tunjukkan kalkulatòr barunya.
“Wah, ini kalkulatòr yang aku juga pengin beli nih. Tapi mahal. iya deh, aku baca dulu manualnya. Entar aku ajarin deh, kayaknya sih tidak terlalu beda còmputer”, sahutku.

“Ya sudah, dibaca dulu deh. Rani juga mau mandi dulu sih”, katanya sambil berlalu ke teras atas tempat menjemur handuk. Aku masih berdiri di pintu kamarku dan mengikuti Rani melihat mataku. Ketika mengambil handuk, badan Rani terkena sinar matahari dari luar rumah. Ternikmat.còm Dan aku melihat bayangan badannya jelas di balik dasternya. Aku jadi teringat panòrama siang tadi waktu dia tidur. Baca Selengkapnya…

Cerita Dewasa Ngentot Kisah Porno Hot Banget untuk lengkapnya silahkan kunjungi juga qi1.biz juga menanyangkan situs bokep asli Indonesia dan manca negara .terima kasih sudah mengunjungi situs kami. Baca Juga

Terima kasih telah membaca Cerita Dewasa Ngentot Kisah Porno Hot Banget

Pencarian Konten:

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...