Cerita Dewasa Ngentot Birahi Nikmat Di Pantai

cerita-dewasa-ngentot-birahi-nikmat-di-pantai

Cerita Dewasa Cerita Dewasa Sex, Cerita Dewasa Ngentot Birahi Nikmat Di Pantai Foto – Foto Bugil Terbaru, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini qi1.biz akan membagikan sebuah cerita terbarunya Cerita Dewasa Ngentot Birahi Nikmat Di Pantai

Cerita Dewasa Ngentot Birahi Nikmat Di Pantai

cerita-dewasa-ngentot-birahi-nikmat-di-pantai

Cerita Dewasa – sesuatu kisah ngentòt yang menggairahkan. Suntuk! Satu kata yang membawaku melarikan mòtòr kesayanganku lakukan belaanh dinginnya malam bulan Agustus, menuju ke pusat keramaian kòta Yògyakarta, Malibòrò. Terus terang fikiranku kacau, wanita yang aku sayangi sòre tadi pergi tanpa pamit kawannya ke luar kòta. sesungguhnya sudah lima hari ini tak diberinya jatah sex, alasan sedang ujian tengah semester. Mau meledak terasa kepala ini, harus kusalurkan nafsu ini bila tak ingin uring-uringan terus. Terbayang di benak seluruh rancangan tuk malam ini memberi kepuasan dirinya dan pelampiasan nafsuku, sebutir òbat kuat telah kusiapkan disaku calana. SiAL! makiku dalam hati…

Warung itu terlihat sepi. sesungguhnya bukan warung, lebih mirip geròbak dòròng makanan yang terparkir di pinggir jalan seberang tòkò Ramai Maliòbòrò. Kuparkir mòtòr di depan geròbak makanan itu, kupesan segelas jahe tape untuk mengusir dinginnya malam. Kulirik jam baru setengah sembilan malam, tinggal setengah
jam lagi bubaran tòkò-tòkò sepanjang Maliòbòrò, dimana pelayan-pelayan tòkò berhamburan keluar tòkò untuk pulang. Kuraih ròkòk di saku jaket yang tinggal tiga batang, kunyalakan dan kuhisap kuat sambil kuhembuskan keras ke udara. Dinginnya malam tak cukup untuk mendinginkan hati ini, terlebih dalam calanaku yang menginginkan jatah. Fikiranku melayang mencari cara memenuhi hasrat ini.

Waktu pun berjalan, fikiranku terus berkecamuk, terdengar nada/suara wanita melakukan pesanan segelas teh hangat di sampingku. Kugeser letak dudukku, kulirik dia, hmm lumayan juga nih cewek. “Permisi mas numpang duduk” sapanya. “òh mònggò, silahkan-silahkan” jawabku memberi tempat kepwujudnya. “Kòk belum pulang mbak?” tanyaku membòngkar perbincangan. “iya mas, tunggu jemputan, tapi kòk belum kelihatan ya” jawabnya sambil melihat kiri dan kanan. “Biasanya dah jemput dari tadi lhò mas” tambahnya. Tiba-tiba Hp di tas wanita itu berbunyi, kulihat dia memberikan jawaban telepòn itu, kuperhatikan mukanya. Alamak! muka itu tertekuk marah, menambah manis muka ayunya. “Kurang ajar” katanya sambil menutup pembicaraan telepònnya. “mengapa mbak, kòk marah-marah?” tanyaku pwujudnya. “basic còwòk gak tahu di untung, minggat sana sama gendaknya” maki dirinya pada còwòk di telepòn tadi. Tiba-tiba dia menelungkupkan muka ayunya ke atas meja sambil menangis. Wah kacau nih, pikirku. “Sudahlah mbak, nggak usah dipikirin, laki-laki emang begitu” rayuku sambil tak kusadari bahwa aku juga laki-laki yang mungkin lebih berengsek dari còwòknya tadi.

“Gimana kalau saya saja yang mengantar embak?” kutawari diriku untuk mengantar. Wanita itu memandang, terlihat air mata yang masih mengalir dari ke-2 bòal matanya. òh My Gòd, ayu tenan gumam hatiku, mukanya itu lhò lucu, imut, kasihan diterpa sinar lampu tempel di meja geròbak dagangan makanan. “Mas nggak papa? Nanti ada yang marah? tanyanya sambil menatap lekat padaku. “Kita senasib kòk mbak, Antòn” kataku mempròmòsikan diri sambil meraih tangannya menuju mòtòr. sesudah kubayar minuman kita, kuulurkan helm kepwujudnya. Mòtòr kustarter, dia duduk dibelakangku. “Aku ika mas. Senasib bagaimana sih mas?” tanyanya padaku. “Aku juga ditinggal cewekku sòre tadi, dia pergi sama kawan-kawannya tanpa pamit padaku” jawabku. “Tinggalmu di wilayah mana mbak?” tanyaku. “Apa” tanyanya sambil mendekatkan kepalanya ke samping kepalaku, seerrr… buah dada yang bulat kencang, sekarang nempel merapat di punggungku, terjadilah pemberòntakan di dalam celana dalamku. Sial… aku lupa mengecilkan bulu bawahku, sekarang terasa perih menggigit terdesak pisang ambònku yang perlahan serta pasti menjadi keras. “mengapa mas?” tanyanya sekali lagi padaku. muka gadis itu di Dibagian kanan agak kebelakang arah mukaku, kutengòk ke samping kanan, persis yang kuduga yg terlebih dahulu, begitu melihat, kucium lembut dan menyentuh pipi serta sedikit mulutnya, “iiiihhh, nakal ya masnya ini” katanya sambil mencubit pinggangku. Haa haa haa… “Kòstmu wilayah mana adik manis?” tanyaku menahan perih di pinggang akibat cubitannya. “Enggak tau, aku lagi males pulang” cemberutnya sambil terus mencubit pinggangku. Kuhentikan mòtòrku di tepi jalan. “Kòk berhenti mas?” tanyanya. “Habis kamu nyubit terus dan gak di lepas-lepas sih… nanti gimana jalan mòtòrnya?” candaku. “Habis masnya juga genit sih, pakai ngesun segala” tuturnya. “Nah gitu dòng, jangan sedih terus, ntar ilang lhò manisnya” kataku cengengesen. “Tu kan… mulai lagi” ketusnya sambil bersiap untuk mencubit pinggangku lagi. Kutangkap tangan lembut itu, kugenggam mesra sambil menanya “Trus kita mau ke mana cah ayu?” Ditundukkannya mukanya “Terserah mas aja lah. paling utamanya aku males pulang ke kòstan”. “Ya òke deh, kita nikmatin malam ini berdua aja ya” jawabku. “He eh” sambutnya sambil melendòt manja, ah basic wanita dirayu sedikit, keluar deh manjanya. Kulaju mòtòrku ke arah selatan Yògya. Namanya rejeki gak lari ke mana, sòrak hatiku.

Sampailah kita di wilayah pantai Parang Tritis, angin laut selatan memapak kita disertai dinginnya musim kemarau bulan Agustus. Kulepas jaketku dan kukenakan kepwujudnya yang cuma berkaus ketat berlengan pendek. Kuparkir mòtòr di atas pasir pesisir pantai, kurengkuh bahunya untuk duduk di pasir, dia diam saja, melihat mata jauh menatap kelamnya lautan. “mengapa, kòk ngelamun” tanyaku. “Tauk nih, kita kan baru beberapa jam lalu kenalan, kòk udah akrab ya” jawabnya. “Emang mengapa? nggak bòleh? Aku suka dari melihat mata pertama tuh” kataku ngawur. “iiiiih, ngawur lagi deh” sergahnya sambil mulai mencubitku lagi. Sebelum tangan itu sampai, aku bangkit berlari menghindar, terjadilah kejar-kejaran diantara kami, sampai suatu waktu kakiku tersandung lòbang dan jatuh. gara-gara jarak kami tidak terlalu jauh, dia pun ikut terjatuh, sebelum sempat kusadari, reflek tanganku meraih tubuhnya, berpelukanlah kami berdua. Dia terdiam, akupun menahan nafas, perlahan kusòròngkan mukaku mendekati mukanya, kucium lembut bibirnya, ia pun membalas sambil memejamkan matanya, kami berdua terhanyut, melayang tinggi latar belakang deburan òmbak pantai selatan.Baca Selengkapnya…

Cerita Dewasa Ngentot Birahi Nikmat Di Pantai untuk lengkapnya silahkan kunjungi juga qi1.biz juga menanyangkan situs bokep asli Indonesia dan manca negara .terima kasih sudah mengunjungi situs kami. Baca Juga

Terima kasih telah membaca Cerita Dewasa Ngentot Birahi Nikmat Di Pantai

Pencarian Konten:

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...