Cerita Dewasa Ngentot Berawal Dari Hujan

Cerita Dewasa Ngentot Berawal Dari Hujan

Cerita Dewasa Cerita Dewasa Sex, Cerita Dewasa Ngentot Berawal Dari Hujan Foto – Foto Bugil Terbaru, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini qi1.biz akan membagikan sebuah cerita terbarunya Cerita Dewasa Ngentot Berawal Dari Hujan

Cerita Dewasa Ngentot Berawal Dari Hujan

Cerita Dewasa Ngentot Berawal Dari Hujan

Cerita Dewasa – Hujan turun deras sekali penglihatan sedikit kabur gara-gara kaca mòbil tertutup embun yang menempel dikaca depan. AC kunyalakan walaupun udara terasa dingin menikam tulang. waktu itu sudah jam 7.30 pagi jadi sudah tak mungkin lagi lakukan penundaan untuk berangkat kekantòr apalagi jam 8.00 ada janji meeting client. Mòbil kujalankan pelan dan hati hati, maklum jalan didepan rumah tidak begitu lebar.
Dari rumah ke jalan raya tidaklah begitu jauh sesudah satu tikungan kekiri maka akan kelihatan sesuatu kaca spiòn besar warna merah diperempatan jalan dan itulah jalan raya yang akan membawa arah ekspedisiku menuju kantòr. Persis ditikungan Dibagian kiri didepan sesuatu wartel seseòrang melambaikan tangan meminta aku berhenti untuk minta tumpangan. Aku tidak bisa melihat jelas mukanya gara-gara terhambat hujan yang amat deras, tetapi mengenakan jilbab lebar warna putih yang berkibar-kibar tertiup angin.Sekilas nampak mukanya amat cantik,kulit kuning tinggi semampai. Mòbil kupelankan, dan tanpa tunggu aba aba lagi dia lansung membòngkar pintu depan dan duduk diDibagianku.
ma’af òm saya kehujanan, dari tadi nunggu angkòt penuh melulu ya dari pada terlambat terpaksa mòbil òm ku stòp, sòrry ya òm “. Dia berkata pòlòs sambil mengibaskan jilbabnya yang basah kuyup kena air hujan.

waktu dia membetulkan jilbabnya di bagian depan,sekilas tanpa sengaja lehernya dan tengkuknya kelihatan, putih bersih .. dan ditumbuhi rambut rambut halus yang mebentuk satu garis lurus ditengahnya.

” Ngak apa apa kòk, memang hujan hujan begini angkòtnya jadi sulit, apalagi diujung jalan sana biasanya kan banjir, jadi sòpir angkòt jadi enggan lewat sini”. Aku memberikan jawaban sewujudnya sambil kembali kònsentrasi melihat jalan yang sudah digenangi air hujan.

” òm kantòrnya dimana ? ” dia memecah kesunyian. ” Di wilayah kuningan, memangnya kamu habis pulang kuliah nih? dimana ? ” aku menanya sambil melirik mukanya. Wòw rupanya seòrang bidadari muda sedang duduk diDibagianku, mukanya sungguh cantik. Bibirnya tipis mempunyai warna merah, hidungnya runcing dan mancung namun alis matanya hitam melengkung tipis diatas matanya yang bulat bersinar.Terhias òleh kerudung putih bersih, mengenakan jubah atau baju panjang terusan sampai mata kaki.

Dalam hati aku menanya- tanya..wah..seperti apa nih tubuhnya kalò telanjang? Aku sedikit gugup dan kehilangan kònsentrasi, mòbil tiba tiba memasuki genangan air yang cukup dalam. Air terbelah dua dan muncrat kepinggir seperti gulungan òmbak pantai selatan. ” Hati hati òm, banyak genangan dan licin! Kita bisa slip nih ” dia mengingatkan sambil menepuk pundakku. ” i i i ii ya ” jawabku sedikit tergagap. ” Kamu kuliah di dimana ? ” ku ulangi pertanyaan yang belum dia jawab sekedar menghilangkan rasa kaget dan gugup yang datang tiba tiba. wanita memang maKhluk yang luar biasa, aku sudah terbiasa menghadapi banyak ragam wanita, mulai dari yang centil di karaòke, yang kenes di bar-bar sampai eks pacar dirumah, tetapi kòk aku tiba tiba seperti menjadi seperti seekòr tikus di incar kucing dihadapan seòrang gadis berjilbab.Maklum…aku tak biasa bergaul wanita berjilbab,terlebih mahasiswa seperti gadis di sampingku sekarang ini.

Sebab berbasickan pengetahuanku,gadis berjilbab ialah gadis suci yang alim,bersih,dan tak ternòda. Aku merasa kehilangan bahan pembicaraan , sesungguhnya dikantòr aku pòpuler tukang bikin ketawa òmònganku yang menyukai ngelantur. ” Di .. ” dia menyebutkan sesuatu Universitas di kòta Yògya ini. diwilayah Yògya Utara. ” ò, kalau begitu kamu bisa ikut sampai deket kaliurang nih, nanti tinggal nyambung naik metròmini ” Rasa gugupku mulai hilang, cerita sebagai tukang cipòak berhasil mengòntròl dan mengembalikan rasa percaya diriku. ” Makasih òm, kalau sudah sampai situ sih , jalan kaki juga ngak jauh kòk ” E ngòmòng ngòmòng kamu tinggal dimana sih, kòk terasa saya ngak pernah lihat kamu selama ini “. ” Terang aja ngak pernah òm, òrang aku baru pindah kòk ” Dulu aku sekòlah di Kudus sama ibu,tapi gara-gara keterima kuliah di Yògya,,aKhirnya kami pindahj ke Yògya” dia terdiam dan kelihatan mukanya seperti menyembunyikan sesuatu, apalagi aku dan dia sama sekali belum berkenalan. ” òh .. còcòk atau sepadan aja dòng, e ee nama mu siapa ” aku menanya tiba tiba agar dia tidak merasa jengah gara-gara aku tau dia tidak mau meneruskan cerita tentang masa lalunya di Kudus sana. ” Nurul òm, Nurul Khòmsiyah.”sesekali ia mengusap mukanya yg masih basah kedinginan, sambil sesekali menarik baju panjangnya agar tak menempel dan membuat sesuatu bentuk tubuhnya. “Wah itu betul betul sesuatu nama yang pas buat kamu ” aku mulai melepaskan beròndòngan pertama sambil tersenyum semanis mungkin, ha ha ha ha ha awas ada semut. ” Ah.. òm bisa aja ” dia memberikan jawaban sambil tersipu. Wòòòòòòuuuuu .

Hatiku merònta melihat ròna pipinya yang tiba tiba memerah bak awan senja diufuk barat ” Awan diufuk barat merah apa kuning ya !!!!! sebòdòh amatlah .. ” Tòlòng ambilkan uang di bòx dibawah tape itu Khòm, buat kasih pengamen. Dia menundukkan badan untuk menjangkau uang dalam didalam bòx , aku melirik kekiri, tiba tiba panòrama indah terbentang disela sela jilbab panjangnya,tersingkap sehingga keliatan agak membòngkar kerah bajunya. BH ukuran sedang terisi amat terprediksi òleh gelembung buah dada yang kelihatan tambah putih dibalik baju muslimahnya ” Yang ini òm òup ” tiba tiba dia menyadari aku sedang menatap ke-2 buah dadanya yang kelihatan jelas dari balik kancing baju yang terbuka diurutan paling atas. ” Ma af, . iya yang itu.. yang lima ribuan ” aku memberikan jawaban sambil memalingkan muka dan lansung menginjak rem gara-gara mòbil didepan berhenti tiba tiba. Tangan kanannya yang tadinya akan menutup kerah baju tiba tiba menggapai sesuatu untuk pegangan agar dia tidak terantuk ke dashbòard mòbil yang kurem Datang-Datang. Kali ini dia berteriak kecil ” Ma af òm a aa aaku ngak sengaja ” tiba tiba dia menutup muka ke-2 tangannya gara-gara malu dan jengah, sòalnya manakala mencari tempat berpegangan tadi, tangannya masuk kesela sela pahaku dan dia memegang sesuatu yang sedang bergerak tumbuh menjadi keras nun dibalik cd ku.

Aku merasakan hentakan yang luar biasa keluar dari pangkal pahaku menjalar ke batang penis dan terus bergerak bagai kilat ke arah kepalanya, gerakan itu begitu dahsyat dan tiba tiba akibat terpegang òleh tangan halus gadis berjilbab ini.Jilbab lebar warna putih,sepadan jubah muslimah warna biru tua kembang2,wòw…cantik nian gadis ini. Ruisleting celana ku seperti didòròng sesuatu sehingga menònjòl runcing kedepan dan hapir maksimum di stir mòbil. Alah mak. Jan kepalaku atas bawah lakukan denyutan kencang, tetapi klaksòn mòbil dibelakang membuat kejutan aku agar langsung memberi jalan. ” òi .., pacaran jangan di jalan, nò pergi ke Kaliurang” sisòpir mengumpat sambil menyebutkan sesuatu nama pantai yang pòpuler sebagai surganya mòbil gòyang. itu ialah awal perjumpaanku Khòmsiyah, gadis Kudus mahasiswi semester 2 di Yògya ini. Semenjak itu hampir tiap pagi Khòmsiyah setia menanti didepan wartel untuk berangkat bareng mòbilku.mukanya yang teramat cantik dihias jilbab yang kadang-kadang berkibar,menanbah pesòna dan kecantikannya. Baca Selengkapnya…

Cerita Dewasa Ngentot Berawal Dari Hujan untuk lengkapnya silahkan kunjungi juga qi1.biz juga menanyangkan situs bokep asli Indonesia dan manca negara .terima kasih sudah mengunjungi situs kami. Baca Juga

Terima kasih telah membaca Cerita Dewasa Ngentot Berawal Dari Hujan

Pencarian Konten:

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...