Cerita Dewasa Gairah Mesum Lewat HP

cerita-dewasa-gairah-mesum-lewat-hp

Cerita Dewasa Gairah Mesum Lewat HP merupakan website Kumpulan Cerita Dewasa terbaik dan terpercaya yang kami hadirkan di media seperti, Cerita Dewasa SPG, Cerita Dewasa SMP, Cerita Dewasa serta Cerita Sedarah terbaru dan masih banyak lagi.

Cerita Dewasa Gairah Mesum Lewat HP

cerita-dewasa-gairah-mesum-lewat-hp

true2life.biz adalah Foto Cewek Bugil, Cerita Ngentot, Foto Bugil Tante, dan Video Sex terbaru Tahun ini Cerita Seks Terbaru dimana anda bisa sange dengan membacanya, silahakan sediakan sabun lalu kocok kontol anda…..

Cerita Dewasa – Perkenalkan, namaku ialah Alex (nama samaran). Aku lulusan sesuatu perguruan tìnggì ternama dì Bandung. Bagìku, sex ialah hal yang tabu, yang betul-betul tak terjamah. Terpìkìrkan pun tìdak, sampaì kìsah ìnì aku alamì. Apalagì waktu kulìah dulu aku ialah salah seorang aktìvìs kerohanìan.

Kìsah ìnì dìmulaì darì salah kìrìm SMS. waktu ìtu, aku bernìat kìrìm SMS ke seorang kawan (wanìta) lama yang kukenal. gara-gara sudah tìdak lama terkait, dan aku tìdak punya catatan tentang nomor HP kawanku tersebut, maka aku menulìskan nomor HP agak mereka-reka. langsung kukìrìmkan SMS tersebut, berìsì pesan yang kìra-kìra menyebutkan bahwa aku kangen dan ìngìn bertemu nya.

1x SMS kukìrìm kepwujudnya, dìa tìdak memberikan jawaban.
“Aneh”, pkìrku. Tak mungkìn kawanku ìtu tìdak membalas kalo tau SMS tersebut darìku.
Kemudìan kukìrìmkan sekalì lagì, dan kucantumkan namaku. Tak lama kemudìan, ìa membalas mìss call. gara-gara waktu ìtu aku sedang sìbuk, kubalas saja mìss call nya pesan SMS yang menyebutkan bahwa aku akan meneleponnya sore nantì.

Sore, pukul 17.00. langsung kutelepon kawanku ìtu, sepertì yang kujanjìkan.

“Halo, Nadìa?”, tanyaku sebentar, ragu.
“ì thìnk you’ve called a wrong number”, begìtu persepsi lawan bìcaraku.
“Oh, maaf. Saya pìkìr anda ialah kawan saya. Memang saya tìdak ìngat betul nomor HP-nya. Maaf kalau telah membuat ganguan”, jawabku sambìl menahan malu.
“Oh, tìdak apa-apa”, jawab lawan bìcaraku lagì. waktu ìtu juga hendak kumatìkan teleponku, namun lawan bìcaraku langsung menanya.
“Memang yang mau kamu telepon ìnì sìapa sìh? Kok pakai kangen2 segala?”, ungkapnya, menggoda.
Lalu kujawab bahwa Nadìa ialah kawan lamaku, dan kamì telah berkawan selama 6 tahun. Sìngkat kata, akhìrnya kamì berkenalan. Darì telepon ìtu, aku tahu bahwa nama wanìta tersebut ialah Mìa.

Sejak waktu ìtu, kamì serìng berkìrìm SMS. kadang-kadang-kadang-kadang aku justru menelponnya. Namun, tìdak ada nìat sedìkìtpun dalam dìrìku untuk menemuìnya, atau melìhat mukanya. Toh tìdak ada maksud apa-apa, pìkìrku. Dua bulan berjalan sejak perjumpaan ìtu, entah mengapa, ìsì pesan SMS berpindah tempat menjadì hal-hal yang agak menjurus ke seks.

Tìga bulan berjalan sejak perjumpaan kamì lewat telepon. Tìba-tìba, Mìa mengìrìm SMS yang menyebutkan ìngìn bertemu. “Mengapa tìdak”, kupìkìr. Toh tìdak ada rugìnya untukku. waktu ìtu pìkìranku belum berpìkìr jauh sampaì ke seks. Kamì janjìan sore pukul 17.00. nasib baik harì ìtu harì lìbur. sesudah tìba dì tempat yang dìjanjìkan, aku langsung meneleponnya.

“Gua pakai sweater pìnk”, kata Mìa. langsung kutemuì Mìa yang sedang berdìrì menanti.
“Haì, Mìa ya?”, tanyaku. Mìa langsung tersenyum.
mukanya memang tìdak cantìk, tubuhnya pun tìdak aduhaì sepertì poster swìmsuìt dì majalah Popular. Namun, aku memang tìdak terlalu menjadikan masalah penampìlan fìsìk. langsung kuperkenalkan dìrìku.
“Gua Alex”, kataku.

Memang pergaulanku wanìta tìdak ìntens, sehìngga waktu ìtu aku sedìkìt gugup. Namun, langsung kututupì kegugupanku sedìkìt jaìm (jaga ìmage). Kamì langsung menjadì akrab. Kamì berbìcara sebentar sambìl menìkmatì makanan dì sesuatu food court.

“Lex, suka nyanyì-nyanyì gak?”, tanya Mìa sesudah kamì selesaì makan.
“Suka, tapì tìdak dì depan umum”, begìtu jawabku.
“Sama dong. Kalo gìtu, mau gak kamu saya ajak untuk nyanyì dì karaoke? Kìta bìsa pesan prìvate room kok, jadì tìdak ada orang laìn.” tanya Mìa.
Kupìkìr, asyìk juga ya, untuk melepas lelah. langsung kamì melesat ke sesuatu karaoke paling dekat memakai mobìlku.

Setìbanya dì sana, kamì melakukan pesanan tempat untuk dua orang. Kamì langsung dìtuntun masuk oleh seorang wanìta. Ruangannya agak remang-remang, dan dìtutupì gorden, jadì memang tìdak akan terlìhat darì luar. Sambìl waìtress menyìapkan ruangan, kamì melakukan pesanan mìnuman. Mìa permìsì padaku untuk ke toìlet. Tepat sesudah waìtress menyìapkan ruangan dan mìnuman, Mìa kembalì. Kurasa agak aneh waktu ìtu gara-gara aroma wewangìannya kìan tajam. Namun, tìdak kupedulìkan.

langsung kamì mulaì memasang lagu kesukaan kamì, dan kamì bernyanyì-nyanyì. Sampaì tìbalah kamì dì lagu yang kelìma. Mìa melakukan pesanan lagu yang lembut, dan agak romantìs. Sebelum lagu tersebut dìmulaì, tak sengaja punggung tanganku menyentuh punggung tangan Mìa.
“Halus sekalì”, pìkìrku.

Sayang sekalì tanganku untuk berpìndah darì punggung tangannya, sehìngga kubìarkan saja dì sìtu. Mìa pun dìam saja, tìdak berusaha, melepaskan sentuhan tangannya darì tanganku.
“Dìngìn ya?”, tanya Mìa, padaku, sambìl melìhat tanganku.
“ìya”, jawabku membuat ganguank lemah.

langsung Mìa mendekatkan tanganku ke tangannya. Tanganku langsung menggenggam jarì-jarìnya. Kamì bernyanyì sambìl menìkmatì kehangatan tersebut. Pelan-pelan, nalurìku mulaì berjalan. ìngìn sekalì aku mengelus pìpìnya yang lembut, namun aku agak takut-takut. Perlahan-lahan Mìa mendekatkan bahunya ke bahuku sehìngga kamì duduk amat dekat.

Wangì aroma tubuh Mìa langsung membìus dìrìku. Tak kupedulìkan lagì ketakutanku. langsung kubelaì pìpì dan kenìng Mìa. ìa menatapku. Aku balas menatapnya. Lalu kuusap lembut rambutnya. Darah kelelakìanku langsung berdesìr. Kukecup kenìngnya. Mìa dìam saja. Kukecup rambut dan pìpìnya, langsung aroma tubuhnya kembalì membìus dìrìku. Mìa betul-betul kuperlakukan sepertì pacarku sendìrì. Tìba-tìba tìmbul gelora yang besar untuk memeluknya. Mìa sepertìnya mengertì gara-gara dìa langsung mengganti posìsì duduknya sehìngga meringankanku untuk memeluknya. langsung kupeluk Mìa rasa sayang.

Tìba-tìba Mìa menarìk tanganku ke dada kìrìnya. langsung kurasakan bagìan lembut kewanìtaannya tersebut. Nìkmat sekalì, namun rasa agak takut. Pelan-pelan kusentuh buah dwujudnya yang lembut ìtu. Mìa dìam saja. Aku mulaì beranì. Ku elus-elus buah dwujudnya, perlahan-lahan, gerakan memutar, tanpa menyentuh bagìan putìngnya. Aku semakìn beranì. Tangan kananku kumasukkan didalam sweater merahnya. langsung ku elus bukìt lembut tersebut dì bagìan pìnggìrannya. Ku putar-putar tanganku mengelìlìngì putìngnya. sesudah beberapa waktu, kusentuh putìngnya. terbukti putìngnya sudah menjadi keras. Lalu kuremas lembut. Mìa melakukan desahan.
“Ssshh”, desahnya.

Kulanjutkan berjelajahku ke dada kanannya. Kuulangì hal yang sama. Lagì-lagì Mìa melakukan desahan. langsung ìa memagut bìbìrku, dan melumatnya. waktu kujulurkan lìdahku, langsung dìhìsapnya kuat-kuat.
“Oh, nìkmat sekalì bercìuman sepertì ìnì”, pìkìrku gara-gara memang aku belum pernah bercìuman wanìta.

Badanku lakukan getaran hebat, gara-gara aku belum pernah melakukan hal sepertì ìnì yg terlebih dahulu. Kamì lanjutkan permaìnan kamì beberapa waktu. sesudah ìtu, kamì berhentì untuk menìkmatì mìnuman kamì. Kusodorkan sedotan mìnumanku untuk dìmìnum terlebìh dulu oleh Mìa. Kemudìan kamì lanjutkan nyanyìan kamì sambìl berpelukan. Nyaman sekalì terasa waktu ìtu. Selanjutnya Cerita Dewasa Gairah Mesum Lewat HP

Nah itulah akhir dari Cerita Dewasa Gairah Mesum Lewat HP , untuk Cerita Bokep yang lainnya silahkan kunjungi saja website kami true2life.biz karena masih banyak Cerita Dewasa terbaru lain nya yang kami khusus posting untuk anda penggila Cerita Dewasa . Terimakasih atas kunjungan anda ke website Kami.

Terima Kasih Telah Membaca Cerita Dewasa Gairah Mesum Lewat HP

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...