Cerita Bugil Jatah Ku

cerita-bugil-jatah-ku

Cerita Bugil Jatah Ku

Cerita Dewasa Aku sedikit malu, membuat ganguank pelan, dan pak Arifin mulai menyuapiku lembut layaknya menyuapi anaknya yang sedang sakit. Kembali aku merasakan sperma yang bergugus-gugus cairan cinta. Suapan demi suapan cairan yang gurih dan nikmat ini bikin aku tak seperti itu lapar lagi walaupun aku ingat aku belum makan pagi. sesudah jatahku habis, pak Arifin mulai bersiap menggenjotku, sembari menanya, Non Eliza, non mau nggak kalau nanti saya melontarkan peju dalam mulut non?. Aku membuat ganguank gembira, lantas membuat lebar selangkanganku selebar lebarnya, disebabkan aku ingat penis pak Arifin ini sebesar ukuran raksasa. Kurasakan penis itu sudah mulai melesak sedikit, dan gairahku langsung naik cepat. bahkan Wawan dan Suwito ikut menyusu pada buah dadaku remasan remasan kecil.

Aduh… oooh…, erangku antara sakit dan nikmat. Tetap saja ada rasa sakit yang menimpa mrs.Vku, disebabkan ukuran penis pak Arifin amat besar. Tapi kini aku be more cepat beradaptasi, dan mulai membuat imbang genjotan sopirku ini. sesudah rasa sakit itu lenyap, aku mulai melakukan desahan dan melenguh keenakan. Penis itu seolah menancap seperti itu erat, sehingga pada waktu itu pak Arifin menarik penisnya, seolah mrs.Vku yang menjepit penisnya ikut tertarik, dan tubuhku terangkat sedikit.

akan tetapi pada waktu itu penis itu menghunjam, terasa mrs.Vku serasa sedang dimasuki daging keras yang besar hingga sesak sekali. Tak sekeras punya Wawan memang, tapi tetap keras untuk ukuran orang seumur pak Arifin. Dan cukup keras untuk bikin aku serasa melayang ke awang awing. Rasa nikmat ini selanjutnya bikin aku orgasme, kembali kakiku melejang lejang bikin jepitan mrs.Vku pada penis pak Arifin makin erat, dan ini bikin pak Arifin kelabakan, penisnya berkedut kedut. ia langsung menarik penisnya lepas dari mrs.Vku tergesa gesa, dan langsung membenamkan penisnya dalam mulutku. Cerita Bugil Jatah Ku

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...