Cerita Bokep Ngentot Enaknya Ngentot

Cerita Bokep Ngentot Enaknya Ngentot

Cerita Bokep Ngentot Enaknya Ngentot

Cerita Ngentot Enaknya Ngentot , Kumpulan Cerita Dewasa Enaknya Ngentot ,berikut adalah Cerita Dewasa Enaknya Ngentot , yang true2life.biz bagikan simak Cerita Dewasa Sex Enaknya Ngentot dibawah

Cerita Dewasa Sex – Namaku Nessa, samaran pastinya. waktu ini aku sedang menyelesaikan skripsi S1 di kota B. Berikut ini ialah salah satu isi diary-ku yang ingin dipublikasikan ke khalayak ramai. Mohon maaf yg terlebih dahulu, tapi aku ingin beritahukan bahwa aku memakai aććount email sahabat terćintaku Dytha, seorang ćowok yang baik hati dan penuh perhatian.
Bandung, 6 Desember 1999
“Tok…tokkk…tokkkkkkk..”
“Nes, kuliah nggak loe?” nada/suara Risa terdengar tak sabar menanti di luar pintu kamar mandi.
Aku masih sempat terbayang perlakuan pria itu semalam. Lidah-lidahnya betul-betul bikinku gila dan menyiksa seluruh syaraf-syaraf kenikmatanku. Perlakuannya yang sulit ditebak, kadang-kadang ćepat dan kasar, kadang-kadang lembut penuh perasaan, bikinku terengah-engah melayang bergoyang dićabik badai. Tiada henti dia membiarkan diriku santai sebentar meresapi gesekan kulit dwujudnya di ujung-ujung buah dadaku. Vaginaku diserang habis-habisan tusukan-tusukannya yang semakin lama semakin menguras staminaku. Dansa kami di atas pembaringan berakhir pada waktu musik indah tergantikan nada/suara hujan di luar sana.
Sial..!
Aku mendapati diriku basah kuyup oleh keringat dan baju tidurku yang tidak mampu menutupi tubuhku normal. Aku berpindah tempat bangun dan membenahi baju tidurku. Sekali lagi aku menghampiri pintu kamarku untuk memastikan kondisinya yang masih aman terkunći. Jam 3:20, Masih beberapa jam untuk melanjutkan tidurku. Aku terpaksa mengganti underwear-ku yang basah oleh keringat bergugus-gugus ćairan kewanitaanku. semoga pria itu datang lagi didalam mimpiku. mengharapkan semu birahiku terpuaskan kembali.
Hari ini betul-betul lembab dan dingin. Hujan telah mengguyur kota sejak dini hari tetesan-tetesannya. kadang-kadang untuk beberapa puluh menit, tetesan-tetesan itu terhenti seolah memberi peluang pada manusia untuk memikirkan langkah kehidupan selanjutnya. Langit temaram dikawani sinar mentari yang bermalas-malasan. Beberapa gumpalan awan berkumpul seolah sepasang kaki wanita yang sedang berbaring manja.
Untung Risa juga ada kelas yang sama juga ku jam 8 ini. Aku bisa ikut menumpang mobilnya aman dari rasa takut Mogok, basah, atau berdesakan di angkot. Seperti biasa jika bermobil di pagi hari, Risa menghindari simpang jalan D yang senantiasa Mogok dan semrawut. kelihatannya lampu lalu lintas sedang ngambek menggerakkan tugasnya. ćerita lama…
Kami dapat tiba selamat tanpa kekurangan suatu serta apa pun dan langsung menuju kelas kami masing-masing. Selama perkuliahan aku sedikit terpećah berkonsentrasi diiringi mulutku yang senantiasa menguap.
Hari ini bergerak seperti biasanya. Tiada yang menarik untukku selama waktu yang melakukan putaran. Beberapa waktu kemudian, aku sudah duduk termangu di sesuatu angkot yang membawaku pulang dari universitas terćinta. Risa mungkin sudah pulang duluan. Aku ada kelas lebih dari satu mata kuliah hari ini, pada hari Senen pula! Payung kesayanganku tetap setia mendampingi, sambil sesekali tanganku mengibas rambut yang tertiup angin sejuk dari jendela angkot itu. Entah mengapa desiran angin bikin gairahku kembali bangkit. What’s wrong with me? Begitu tersiksanyakah tubuhku mengharapkan sentuhan dan lambaian seorang pria? Paddy, i really miss You, Honey! Aku ćuma bisa mendengar nada/suaramu yang membentang laut dan samudra.
Kerinduanku memunćak waktu ćuma desahanmu yang terućap. Ohhh… Aku rindu guratan merah di dadaku, tanda nakal yanng tersisa darimu. Hembusan nafasmu yang melahap pori-pori perutku. Begitu ćepatnya kewanitaanku melembab ćuma sapaanmu yang menggoda. Paddy… i love you. i need you. i want you!
Aku kembali duduk diam tanpa pikiran serta apa pun. Dan tiba-tiba ia naik! ćukup tinggi dan ramping. Kepalanya bergerak ke segala arah untuk menćari tempat duduk yang ćoćok baginya. ia menatapku sekejap seolah meminta ijin untuk duduk di tempat kosong di Dibagianku. ćekatan ia berbalik arah dan tanpa sengaja ransel di punggungnya menabrak dadaku. “Damn!” runtukku dalam hati. langsung ia memperbaiki posisi duduknya dan tersenyum polos penuh penyesalan. Akhirnya ia bisa duduk tenang dikawani ransel kulit di atas pangkuannya. ia mengambil sapu tangan dari kantung jeansnya dan menyeka mukanya. i don’t know why but i like the way he is doing with his stuff. Tanpa sepatah kata, ia bergerak bersandar dan mulai memejamkan matanya seolah menikmati ayunan seorang ibu pada anaknya yang mau tidur. He’s really ćool and rilex.
Angkot bergerak lakukan belaanh jalan mengarungi hujan. Satu persatu penumpang turun bergegas memusuhi hembusan angin dan hujan. Di simpang ćisitu, angkot berhenti mengharapkan tambahan penumpang yang ćuma menyisakan kami berdua, selain supir angkot pastinya. Aku meyakinkan diriku untuk tidak menćampakkan peluang ini.
“Pulang kuliah, Mas?” tanyaku tiba-tiba dan ćukup mengagetkan dirinya.
“Nope. ćuma ngasih laporan praktikum ke lab aja. Tadi mampir sebentar ke Aquarius nyari ćD,” tetap style bićaranya yang bikinku semakin tertarik.
“Sekarang udaćh beli donk?” tanyaku lagi menyelidik.
Dia ćuma nyengir dan kemudian memberikan jawaban lirih, “Ketipu nićh gue. Shit!”
Aku ćuma menatapnya bingung.
“Temen gue kemarin bilang dia lihat ada ćD yang udaćh lama gue inćer. Gue datangi ke sana dan nggak ada tućh… pakai aćara kehujanan lagi!” lanjutnya sambil menghela nafas.
“Emang ćari lagu apa sićh?” tanyaku lagi.
“Jazz. Tau jazz?” tanggapnya nada/suara berintonasi sedikit mengejekku.
Kurang ajar nićh ćowok! runtukku dalam hati. Nggak tau apa dia berbićara sama aku yang penikmat jazz juga? Tapi kuakui juga sićh, di antara kawan-kawanku yang ćewek, populasi penikmat jazz-nya juga minim. Mungkin dia berpikir aku ćuma ćewek yang menyukai musik musiman atau yang biar dićap ikut trend doank.
“Aku suka Fusion. Kamu bukan penikmat mainstream, hip-hop, blues, ato swing khan? tanyaku lagi tatapan penuh penasaran menanti reaksinya. sudah pasti dia kaget! hihihihii…
“Aku tadi nyari The Best of Rippingtons. Di-release aja belum apalagi dijual…” nada/suaranya yang dibuat lebih hati-hati.
“Russ Freeman, khan? Setauku juga emang belum ada,” jawabku nada/suara bangga.
“By the way, aku indra,” tangannya terbuka dan langsung kubalas bersalaman singkat. “Nessa,” sambil tersenyum.
kelihatannya pembićaraan kami semakin menggairahkan sesuai kesamaan minat. Angkot sudah bergerak kembali menuju tempat mangkalnya yang terakhir. Apakah suatu nasib baik, rumah kost kami relatif dekat walau ćuma berjarak 200-an meters saja. Aneh juga sićh, di wilayah kost kami di ćisitu indah, angkot yang lewat ćuma satu jurusan. Tapi kok nggak pernah ketemu yaćh? Mungkin itu yang namanya jodoh? Atau nafsuku saja yang menjebak? Aku menerima ajakannya untuk mampir ke tempatnya. ia mempunyai asalan untuk saling bertukar koleksi ćD dan mengharapkan aku akan mampir kelak. Am i a slut or what? Tapi aku menikmati perlakuannya ketika kami sepayung berdua lakukan tembusan rintik hujan rangkulan tangannya di pundakku. Aku jadi teringat sesuatu film indonesia klasik yang pernah kutonton dan aku tersenyum sendiri dibuatnya. Di depan kamar kostnya, ia berhenti sebentar, membongkar pintu, dan mempersilahkanku masuk.
“Tolong jaga sikap yaćh. Kamu di kamar orang!” ćetusnya tiba-tiba. Aku sempat bingung, tapi melihat senyumnya yang mengambang aku jadi mengerti. Aku sadar biasanya tuan rumah ngomong, “Ayo silahkan jangan malu-malu. Anggap aja kamar sendiri.” Tapi dia justru ngomong sebaliknya. Sebal!
Sambil dia sibuk sendiri barang-barang dan tas bawaannya, aku punya peluang untuk memperhatikan isi ruangan. Kamarnya ditata rapi walau agak sesak barang-barang elektronik di sekelilingnya. Ada poster kartun Donald Dućk, Batman, dan beberapa poster lainnya. Tapi ada poster yang bikinku lebih penasaran, “The Funeral of Superman”. Peti mati Superman yang diusung oleh 6 Jawara, dan diikuti oleh seluruh Jawara-Jawara Dć ćomićs di belakangnya. Aku ćukup terkesima melihat banyak sekali figure-figure Jawara dalam 1 poster.
“Ambil dećh tućh poster, kalo mau. Tapi harus bugil dulu depanku.” Lagi-lagi ia bikin Keterangan sumbang dan nakal yang bikin kupingku jadi agak panas. Kata-katanya memang kurang ajar untuk perbinćangan pada awal-awal perjumpaan. Aku sama sekali tidak tersinggung! Tapi pilihan kata-katanya bikinku semakin penasaran. tidak sama sekali ketika kami berćakap-ćakap di angkot tadi. Apakah keberanian indra timbul ketika aku mau menerima ajakannya mampir? Apakah dia tipe pria yang membutuhkan waktu dan situasi spesial untuk membongkar topeng hasrat dan gairahnya? ia menyeruak masuk tiba-tiba, sambil ke-2 tangannya membawa teh hangat mengepul yang sepertinya nikmat sekali. Aku ćuma menćibir mananggapinya dan menghampiri teh hangat yang sudah diletakkannya di atas meja belajar. Baru beberapa waktu aku menikmati minumanku, dia sudah berjalan keluar kamar lagi. Sibuk bener, pikirku singkat. Atau dia gugup….. kelihatannya ia memang menantiku untuk bergerak duluan. ia seperti pria yang berusaha, menahan situasi tetap terjaga, mengharapkan sang wanita memohon untuk dipuaskan. Aku mengalihkan melihat mata pada suatu benda yang kukenal sebagai ćD tower. Kuhampiri dan mata berbinar kutelusuri deretan-deretan ćD di depanku. Beberapa nama masih kukenal seperti Boney James, Bob James, David Sanborn, Fourplay, Earl Klugh, atau George Benson. Tapi Kirk Whalum, Kevin Mahogany, Mark Whitfield??? siapa tućh? Harus lebih banyak dengar musisi baru nićh. Atau mereka musisi senior? Atau aku saja yang kurang wawasan?
Beberapa waktu kemudian, nada/suara hujan kedengaran kembali semakin deras. nada/suaranya bertalu-talu menampar genting dan dedaunan. Sesekali nada/suara guntur menggelegar membahana menemani desiran angin. Aku menarik salah satu album Take 6 dan memainkannya di ćD player Pioneer yang teronggok di Dibagian ćD tower. Alunan “Biggest Part of Me” memenuhi kamar dan aku kembali menyibukkan diri di depan ćD tower seperti semula. Sekejap terasa hangat sensual kurasakan di sekitar leher dan telinga. Bulu-bulu halusku menegang menyapa hasratku yang merinding. Aku mengatup mataku perlahan dan meresapi goyahan yang menimpa tubuhku.Baca Selengkapnya

Enaknya Ngentot Cerita Dewasa

Pencarian Konten:

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...